PR dan SOCIAL MEDIA
Sebelum kita mengenal secara jauh apa yang di maksud dengan PR dan Sosial Media.
Apa anda tahu social media itu apa??
Media social adalah alat yang digunakan kebanyakan seseorang untuk berhubungan dengan orang alain di dunia maya.dan bisa dibilang juga social media itu juga biasanya digunakan untuk memberikan suatu berita kepada orang dengan perantara alat. Social media juga ada beberapa macam yaitu facebook,twitter,blog,Koran,radio,artikel surat kabar dan juga berita.
Disini Media sosial seperti blog and Twitter cepat sekali tumbuh sebagai salah satu sumber potensial dalam bidang pemasaran dan hubungan masyarakat. Dalam menandai perkembangan Humas,banyak mereka menggunakan media ini sebagai perubahan tren Humas dalam perkembangan lingkungan media dan kebanyakan humas sudah memiliki speasialis media yang bertanggung jawab dalam urusan media sosial.
Media sosial yang paling terkenal di antaranya adalah Twitter dan blog. Blog merupakan media personal yang hadir dalam format papan posting internet dan memberikan akses untuk konten multimedia, seperti teks, foto, video dan file audio. Sementara itu Twitter, sering juga disebut sebagai “blog pendek”, merupakan semacam layanan pesan pendek. Perbedaan terbesar antara blog dan Twitter adalah dalam sebuah blog seorang pengguna harus mengunjungi blog tertentu untuk melihat konten baru, namun di Twitter seorang pengguna, setelah terdaftar sebagai pengikut (follower), dapat segera menerima berita dan informasi serta dapat mengirimkan kembali konten tersebut. Twitter jauh lebih cepat dan lebih luas dalam hal kemampuan penyebaran pesan
Praktisi PR pada akhirnya harus update dengan teknologi terbaru. Mereka harus terus mengikuti perkembangan teknologi. Bila sekarang sedang tren Twitter, maka mereka harus terjun ke dalamnya biar mengerti bagaimana sebenarnya Twitter itu. Apa yang bisa dilakukan, aplikasi apa saja yang ada di Twitter yang bisa mendukung pekerjaan mereka.
Praktisi PR juga wajib mempelajari Facebook. PR harus mengerti apa beda Profile Page, Fans Page, Groups, dan Causes di Facebook, termasuk memantau perkembangan yang sangat pesat. Fans Page Facebook misalnya, terus menerus mengalami perubahan dan perbaikan yang bermanaaf untuk komunikasi merek. Pada saat yang sama praktisi PR juga perlu memahami aplikasi Facebook yang juga berkembang sangat cepat. Dengan memahami teknologi ini, praktisi PR diharapkan memahami implikasi aplikasi baru tersebut terhadap perusahaan dan merek yang ditangani.
Social Media membawa perspektif dan pola baru di era informasi dalam bentuk jaringan teknologi yang memungkinkan setiap orang mengakses kemana saja untuk memenuhi kebutuhannya, Organisasi/Perusahaan yang mengadopsi internet/Social Media akan mengalami perkembangan pesat di tengah-tengah masyarakat informasi yang semakin heterogen dan dapat meraut khalayak atau pasar sasaran yang lebihbesar jumlahnya. Kini dunia PR memasuki masa keemasan, karena teknologi internet/sosial media ini telah membawa praktisi mampu mencapai public sasaran secara langsung, tanpa intervensi dari pihak-pihak lain, seperti redaksi atau wartawan di media massa yang biasanya bertindak sebagai penjaga gawang pesan komunikasi dan melakukan penyensoran terhadap pesan informasi PR bagi khalayak (public).
Beberapa diantaranya yang bisa dilakukan praktisi PR melalui penggunaan Internet dan sosial media:
1) PR harus menyadari khalayak/public dapat mengakses semua Press Release atau News Release yang dikirimkan melaui internet atau server sosial media seperti Facebook, Tweeter dll, dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh khalayak/public.
2) Public dapat mengakses homepage yang ada di World Wide Web bila (bila perusahaan itu telah memilikihomepage).
3) PR dapat membuat mailing list dari public nya.Mailing List adalah perangkat elektronik yang dapat menyebarkanPress Release kepada publik nya melalui kotak e-mail.
Semua aktifitas PR diatas, yang melalui internet tersebut, memungkinkan PR menjalin hubungan baik untuk mempertahankan dukungan public internal dan eksternalnya. Publik akan sangat tergantung kepada PR sebagai sumber informasi berita yang tidak tersaji disurat kabar dan media massa lainya. Melalui internet dan berbagai sosial media, PR dapat menghemat biaya dibanding harus mengirim Press Release melalui Pos ataupun Faks.
Kendati PR melakukan penggunaan internet, tidak berarti harus menyepelekan penggunaan media lainnya. Media selain internet tetap menjadi bagian terpenting dalam melakukan penyebaran berita atau informasi PR.
Keuntungan PR dalam menggunakan internet/social media:
1) Informasi cepat sampai kepada publik.
2) Bagi PR, internet/social media dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi.
3) Siapapun dapat mengakses Internet.
4) Tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
5) Internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.
PR dan Social media adalah upaya meanfaatkan secara komersial sebuah brand atau perusahaan untuk mempromosikan diri mereka melalui berbagai cenel social media, contoh : Facebook, Twitter, Friendster. Social media PR adalah sebuah kolaborasi massal, orkestra public di dunia maya, yang pada hakekatnya saling memberi dan menerima informasi. Akar dari social media PR adalah melibatkan konsumen dalam sebuah percakapan maya yang saling memberikan nilai tambah buat kedua belah pihak , baik konsumen maupun produsen.
Tantangan PR dalam menghadapi maraknya social media :
1) Perubahan pelaku audience
Produk yang mengecewakan atau cacat tak mudah ditutupi dengan taktik – taktik PR tradisional. Usaha membungkam kesalahan tersebut bahkan akan menimbulkan gerakan melawan yang lebih kencang, dan mendapat dukungan dari konsumen lain yang merasa mendapat pengalaman yang serupa.
2) Kecepatan perubahan medium di social media.
Tiga tahun lalu Friendster lebih dikenal daripada facebook.sedangkan dunia microblogging sebelumnya terkenal dengan plurk maka sekarang era twitter.
Sungguh amat sulit mencari sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai social media, baik dari sisi komunikasi maupun teknologi ditambah lagi, hingga kini penghitungan return on investmen (ROI) pemasaran di social media belum jelas. Toh dengan segala keterbatasan itu,perusahaan masuk ke social media karena takut kalah cepat di banding pesaingnya.
Menurut saya:
Menurut saya, perkembangan teknologi sekarang sangat memudahkan para praktisi PR untuk melakukan tugasnya sebagai pemberi informasi kepada khalayak/public melalui social media, seperti facebook, twitter, blog, forum, dll. Disisi lain menurut saya dengan adanya social media akan lebih mempermudah dan menghemat waktu serta biaya bagi seorang PR untuk menyampaikan pesan kepada publik. Sosial media juga bisa menjadi sebuah alat promosi produk yang sangat berpengaruh dan juga ekonomis, dibandingkan dengan menggunakan media konvensional untuk melakukan promosi atau mengiklankan produk mereka seperti media televisi dan media cetak.
Bagi saya, sosial media merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk diikuti perkembangan nya. Social media sangat mudah untuk di akses tanpa harus terhimpit oleh ruang dan waktu dan kita bisa mengakses nya kapan saja dan di mana saja. Disinilah letak positif sebuah social media, yang dapat memudahkan orang-orang untuk mengakses sebuah informasi yang mampu disajikan secara lengkap dan aktual. Namun disisi lain social media juga bisa memberikan dampak negatif kepada public, seperti isu-isu tentang sebuah produk makanan yang di isukan bercampur dengan lemak babi, yang membuat produk tersebut menjadi tidak lagi diminati para konsumen, disinilah keahlian seorang PR di uji dalam menangani suatu kasus, contoh kasus lain seperti penyebaran video porno Ariel Peterpan dan Luna Maya, yang membuat mereka hancur, ini merupakan arus informasi yang terjadi tidak terukur dan tidak dapat dikendalikan, keabsahan informasi yang ada sulit untuk langsung dipercaya dan diuji kebenarannya, dan jika salah menggunakannya, media ini akan berbalik menyerang dan menjatuhkan nama baik penggunanya.
Penityku rek
Rabu, 08 Juni 2011
Langganan:
Komentar (Atom)